Thursday, June 1, 2017

Tiga Langkah Membangun Remaja Bebas Narkoba

Peristiwa makin banyaknya penyalahgunan narkoba di kalangan remaja saat ini benar" telah menggelisahkan masyarakat dan keluarga" di Indonesia.

Membangun remaja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba harus didasarkan pada pencermatan terhadap karakteristik pengguna narkoba sekaligus tindakan yang melatarbelakanginya. Menurut analis Dr. Graham Blaine (psikater), penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba tidak hanya berasal dari keinginan individu itu sendiri akan tetapi juga berasal dari lingkungan sekitarnya. Semuanya itu jelas akan memburamkan masa depan keluarga, masyarakat dan bangsa juga termasuk masa depan remaja itu sendiri. Logika yang dapat ditarik sangat sederhana.

Remaja yang menyalahgunakan narkoba sudah menjadi generasi yang tusak dan sulit di benahi . Tubuh nya tidak lagi fit dan fresh untuk belajar dan bekerja membantu orang tua , sementara mentalnya telah di kotori oleh niat buruk untuk mencari cara mendapat kan barang yang sudah membuat nya kecanduan. Bila sudah demikian, apa yang dapat di harapkan dari mereka ? Selanjutnya dan beberapa studi yang pernah dilakukan, karakteristik pengguna narkoba biasanya adalah remaja" kita yang "bermasalah". Bermasalah disini artinya memiliki beban mental/kjiwaan yang menurut mereka sangat berat dan sulit untuk di tanggung. Misalnya terlalu sering dimarahi orang tua, tidak disukai lingkungan , merasa bersalah karena orang tuanya bercerai , tidak mendapatkan kasih sayang , prestasi belajar jelek , merasa di remehkan teman yang membuat sakit hati , merasa kurang percaya diri dan sebagainya.

Keinginan yang besar ini sedikit banyak di pengaruhi oleh sedikit nya pengetahuan mereka tentang narkoba, membyat mereka rapuh dan terjebak dalam lingkaran yang menghancurkan. Bagaimana menangkalnya ? Ada tiga langkah penting yang perlu di coba untuk membangun remaja masa depan yang bebas narkoba.

Pertama , dalam lingkungan keluarga m orang tua berkewajiban memberikan kasih sayang yang cukup terhadap para remaja nya . Mereka tidak boleh cepat marah dan main pukul tatkala sang remaja melakukan kesalahan baik dalam tutur kata, sikap, maupun perbuatan nya, tanpa di beri kesempatan untuk membela diri , sebalik nya, orang tua harus bersikap demokratis terhadap anak nya . Anak harus diposisikan sebagai insan yang juga membutuhkan penghargaan dan perhatian. Tidak cukup hanya di perhatikan kebutuhan fisik nya , tetapi juga kebutuhan psikisnya. Sehingga komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak" nya menjadi langkah utama yang jitu untuk menjalin hubungan yang harmonis agar sang remaja menjadi tentram dan nyaman tinggal di rumah. Jadi mereka tidak membutuhkan pelampiasan atau pelarian di luar rumah tatkala menghadapi persoalan yang rumit .
BANDARQ

Kedua , dalam lingkungan sekolah, pihak sekolah berkewajiban memberikan informasi yang benar dan lengkap tentang nasrkoba sebagai bentuk antisipasi terhadap informasi serba sedikit namun salah tentang narkoba yang selama ini diterima dari pihak lain. Pihak sekolah juga perlu mengembangkan kegiatan yang berhubungan dengan penanggulangan narkoba dalam rangka mencegah dan mengatasi meluasnya penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar , seperti melakukan pembinaan dan pengawasan secara rutin terhadap siswa baik dengan melibatkan pihak lain ( kepolisian , komite sekolah, orang tua ) , menggiatkan kegiatan ekstrakulikuler yang bermanfaat , serta mengembangkan suasana yang nyaman dan aman bagi remaja untuk belajar . Di samping itu pihak sekolah perlu berupaya keras "mensterilkan" lingkungan sekolah dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba , dengan tidak membolehkan sembarang orang memasuki lingkungan sekolah tanpa kepentingan yang jelas dan mencurigakan .
ADUQ

Ketiga , dalam lingkunga  masyarakat , para tokoh agama ,perangkat pemerintahan di semua tingkatan mulai dari Presiden , Gubernur , Bupati , Camat , Lurah , hingga RT dan RW perlu bersikap tegas dan konsisten terhadap upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dilingkungannya masing" yang di dukung penuh oleh pihak keamanan dan kepolisian . Mereka perlu terus menerus memberi penyadaran pada seluruh warga masyarakat akan bahaya mengkonsumsi narkoba tanpat indikasi medik dan pengawasan ketat dari dokter dalam rangka penyembuhan . Khusu para tokoh masyarakat dan tokoh agama tidak boleh mengenal lelah dan bosan menanamkan norma" dan kebiasaan yang baik sebagai warga masyarakat, baik dalam hubungan nya dengan sesama manusia maupun dengan Tuhannya .
DOMINOQQ

Ketiga langkah di atas adalah sebuah langkah formal dan normatif . Namum layak untuk diimplementasikan . Karena tiga lingkungan tersebut yang menjadi wilayah sehari hari remaja ketika mencari jati diri nya . Remaja adalah generasi penerus bangsa yang akan menentukan masa depan keluarga, masayarakat dan negara . Sebagai genrasi penerus , remaja harus memiliki motivasi kuat untuk belajar dan terus belajar agar kelak akan mampu menjadi generasi yang tidak saja sehat , cerdas , dan terampil , tetapi juga bertaqwa . Kita harus mengambil langkah, agar keterbelakangan dan keterpurukan bangsa ini tidak semakin dalam ke depan nya karena remaja yang nantinya menjadi pilar tak lagi punya harapan .

Tiga Langkah Membangun Remaja Bebas Narkoba

Peristiwa makin banyaknya penyalahgunan narkoba di kalangan remaja saat ini benar" telah menggelisahkan masyarakat dan keluarga"...